Rabu, 20 Maret 2013

tugas pak arasy


COCA-COLA COMPANY


Coca-cola merupakan perusahaan minuman terbesar di dunia. Coca cola menjual empat dari lima top minuman non alkohol sedunia, diantaranya: Cocacola, Diet coke, Sprite, dan Fanta. Coca cola mempekerjakan 71.000 orang dilebih dari 200 negara. Coca cola kurang lebih memproduksi 400 merk yang terdiri lebih dari 2600 produk minuman. Produk-produk coca cola didistribusikan melalui restoran dan toko makanan, serta pemasok.

Coca-Cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei 1886 oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Dialah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian dikenal sebagai Coca-Cola. Frank M. Robinson, sahabat sekaligus akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola karena berpendapat bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan. Kemudian, ia menciptakan nama dengan
huruf-huruf miring mengalir, Spencer, dan lahirlah logo paling terkenal di dunia.

Dr. Pemberton menjual ciptaannya dengan harga 5 sen per gelas di apotiknya dan mempromosikan produknya dengan membagi ribuan kupon yang dapat ditukarkan untuk mencicipi satu minuman cuma-cuma. Pada tahun tersebut ia menghabiskan US$46 untuk biaya periklanan. Pada tahun 1892, Pemberton menjual hak cipta Coca-Cola ke Asa G. Chandler yang kemudian mendirikan perusahaan Coca-Cola pada 1892.

Chandler piawai dalam menciptakan perhatian konsumen dengan cara membuat berbagai macam benda-benda cinderamata berlogo Coca-Cola. Benda benda tersebut kemudian dibagi-bagi di lokasi-lokasi penjualan penting yang berkesinambungan. Gaya periklanan yang inovatif, seperti desain warna-warni untuk bus, lampu gantung hias dari kaca, serta serangkaian cinderamata seperti kipas, tanggalan dan jam dipakai untuk memasyarakatan nama Coca-Cola dan mendorong penjualan.
                
Upaya mengiklankan merek Coca-Cola ini pada mulanya tidak mendorong penggunaan kata Coke, bahkan konsumen dianjurkan untuk membeli Coca-Cola dengan kata-kata berikut: "Mintalah Coca-Cola sesuai namanya secara lengkap; nama sebutan hanya akan mendorong penggantian produk dengan kata lain". Tetapi konsumen tetap saja menghendaki Coke, dan akhirnya pada tahun 1941, perusahaan mengikuti selera popular pasar. Tahun itu juga, nama dagang Coke memperoleh pengakuan periklanan yang sama dengan Coca-Cola, dan pada tahun
1945, Coke resmi menjadi merek dagang terdaftar.

VISI DAN MISI

ü  Visi

Visi kami menyediakan kerangka Roadmap kami dan pedoman setiap aspek dari bisnis kami dengan menggambarkan apa yang kami butuhkan untuk menyempurnakan untuk melanjutkan menuju keberhasilan yang mendukung, kualitas pertumbuhan.

·         People             : Be a great place to work where people are inspired to be the best they can be.
·         Portfolio          : Bring to the world a portfolio of quality beverage brands that anticipate and satisfy people's desires and needs.
·         Partners          : Nurture a winning network of customers and suppliers, together we create mutual, enduring value.
·         Planet              : Be a responsible citizen that makes a difference by helping build and support sustainable communities.
·         Profit               : Maximize long-term return to shareowners while being mindful of our overall responsibilities.
·         Productivity    : Be a highly effective, lean and fast-moving organization.

ü  Misi

Our Roadmap starts with our mission, which is enduring. It declares our purpose as a company and serves as the standard against which we weigh our actions and decisions.
1.      To refresh the world...
2.      To inspire moments of optimism and happiness...
3.      To create value and make a difference.

Menurut saya, visi dan misi perusahaan Coca-cola sesuai dengan realita apabila dibandingkan dengan kemajuan perusahaan coca-cola saat ini sehingga tidak diperlukan adanya revisi dari kelompok kami. Dalam penjabaran visi dan misinya perusahaan tersebut memperhatikan berbagai aspek, diantaranya corporate social responsibilities, lingkungan, dan berbagai kepentingan perusahaan untuk menuju keberhasilan.

Pesaing utama dari Coca-cola Company (industri softdrink) adalah perusahaan PepsiCo.

Visi dan Misi PepsiCo

Visi:
·         Mengembangkan semua aspek di dunia yang terlibat secara operasional, baik lingkungan, sosial, ekonomi, serta menjadikan hari esok agar lebih baik dari hari ini.
·         Fokus pada pemeliharaan lingkungan, aktivitas sosial, serta berkomitmen untuk membangun kepercayaan pada pemegang saham dengan sungguhsungguh

Misi:
·         Fokus terhadap produksi makanan dan minuman yang tepat bagi konsumen sehingga menjadi produk premier bagi para konsumen.
·         Berusaha untuk memproduksi penghargaan dalam segi keuangan untuk para investor sebagaimana PepsiCo menyediakan peluang untuk berkembang dan memperkaya para karyawan, rekan bisnis, dan komunitas dimana mereka beroperasi.
·         Dalam setiap upaya yang PepsiCo lakukan, PepsiCo mempertahankan untuk bersikap jujur, adil, dan berintegritas tinggi.

DIVISI

Segmen Operasi perusahaan Coca-cola mencakup:
1.      Afrika
Afrika merupakan sektor privat dengan jumlah karyawan terbesar yaitu 55.000 karyawan. Pendapatan operasi dari coke pada divisi Afrika turun dari 4,8 % menjadi 4,6 % pada tahun 2006.
2.      Asia Tenggara dan Timur dan Pasifik
Keuntungan divisi dari kesuksesan pada 2006 berasal dari Coca-Cola Zero pada penjualan di Australia dan Thailand.
3.      Uni Eropa
Divisi ini mengalami peningkatan pertumbuhan senilai 6 persen dari tahun 2005 ke tahun 2006. Faktor-faktor keberhasilan wilayah ini diraih dari kombinasi dari produk-produk baru, pengemasan yang inovatif, dan kolaborasi dengan para konsumen.
4.      America Latin
Tiga pasar terbesar Coke diantaranya ialah United States, Mexico, dan Brazil. Portofolio minuman mendapatkan poin 7 persen pada tahun 2006 dimana perusahaan melihat pada pengembangan garis produk. Fokus Coke di Amerika Latin ialah pada penambahan air, jus, dan minuman olahraga.
5.      Amerika Utara
Perusahaan telah mencapai keberhasilan dalam pengimplementasian produk “MyCoke Rewards” yang melibatkan sekitar 3,5 juta subjek yang berpastisipasi, dimana lebih baik dari 1,5 juta penghargaan yang dinyatakan. Coke menerapkan uji pemasaran kopi/teh dimana Coke menyalurkan via tekkknologi “Far Coast Brand” dimana merupakan konsep toko yang pertama kali dibuka di Toronto, Kanada pada tahun 2006.
6.      Asia Utara, Eurasia, dan Timur Tengah
Divisi ini pada tahun 2006 telah memproduksi 11 persen unit volum kasus meningkat untuk Coke. Coke adalah penjual terbaik minuman non-alkohol di Rusia dengan 22 persen pertumbuhan volum kasus pada tahun 2006.
7.      Bottling Investment
Coke meningkatkan investasi pada bottling investment. Segmen ini memiliki kinerja yang baik untuk Coke di tahun terakhir. Coke telah memfokuskan pada desain “road to market” dan optimisasi pada infrastruktur operasi bottling di India.

PENILAIAN INTERNAL
  • Analisis Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas

ü  Rasio Lancar
Tahun 2006 = Aktiva Lancar : Kewajiban Lancar
= 8441000 : 8890000
= 0,95 kali
Tahun 2005 = Aktiva Lancar : Kewajiban Lancar
= 10250000 : 9836000
= 1,042 kali
Tahun 2004 = Aktiva Lancar : Kewajiban Lancar
= 12094000 : 10971000
= 1,1024 kali

ü  Rasio Perputaran Persediaan
`           = Penjualan : Persediaan
ü  Days Sales Outstanding
= Piutang : Rata-rata Penjualan per hari
ü  Rasio Perputaran Aktiva Tetap
= Penjualan : Aktiva Tetap Bersih
ü  Rasio Perputaran Total Aktiva
= Penjualan : Total Aktiva



Rasio Manajemen Utang

ü  Rasio Utang
Tahun 2006     = Total Utang : Total Aktiva
= 13043000 : 29963000
= 43,53%
Tahun 2005     = Total Utang : Total Aktiva
= 13072000 : 29427000
= 44,42%
Tahun 2004     = Total Utang : Total Aktiva
= 15392000 : 31327000
= 49%
ü  Rasio TIE (Times- Interest- Earned)
Tahun 2006     = EBIT : Beban Bunga
= 6798000 : 220000
= 30,9 kali
Tahun 2005     = EBIT : Beban Bunga
= 6930000 : 240000
= 28,9 kali
Tahun 2004     = EBIT : Beban Bunga
= 6418000 : 196000
= 32,75 kali

Rasio Profitabilitas

ü  Rasio Basic Earnings Power
Tahun 2006     = EBIT : Total Aktiva
= 6798000 : 29963000
= 22,7%
Tahun 2005     = EBIT : Total Aktiva
= 6930000 : 29427000
= 23,5%
Tahun 2004     = EBIT : Total Aktiva
= 6418000 : 31327000
= 20,5%

·         Struktur Organisasi Perusahaan

14. SVP Consumer Innovation / R&D Officer
15. SVP & Presiden N. America Group
Menurut saya struktur organisasi Coca-Cola Company sudah bagus dan terstruktur sesuai dengan jabatan. Namun bagannya belum menunjukkan semua jabatan sehingga perlu ditambahkan agar lebih jelas.
                                                   
Koreksi atas bagan struktur organisasi:

Bagan ini lebih baik karena telah mencakup semua jabatan yang ada sehingga pembaca tidak bingung saat membeca bagan struktur organisasi tersebut.

  • Kekuatan Perusahaan

  1. Menguasai pangsa pasar dunia
  2. Beroperasi hingga lebih dari 200 negara
  3. Memproduksi 400 merk yang terdiri lebih dari 2600 produk minuman
  4. Bermarkas di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat
  5. Perusahaan minuman terbesar sedunia
  6. Sebagai inovator dalam industri soft drink
  7. Melakukan bottling investment dengan beberapa investee
  8. Mempunyai struktur organisasi yang sangat baik
  9. Memiliki kepopuleran merk yang tinggi dan dikenal oleh masyarakat sedunia
  10. Memiliki divisi di beberapa negara
  11. Nomor 1 dalam penjualan minuman jus dan Nomor 1 dalam penjualan minuman teh dan kopi
  12. Coca Cola memenangkan penghargaan untuk kategori kemasan kaleng dari jenis produk yang paling inovatif dan atraktif.
  13. Perbedaan geografi perusahaan memberikan keseimbangan
  14. Memiliki social responsibilities yang sangat baik
  15. Net operating revenue tumbuh 4% menjadi $24.1 billion, dan operating income tumbuh 4% menjadi $6.3 billion

·         Kelemahan Perusahaan

1.      Inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan memenuhi keinginan pasar
2.      Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah ke sektor lain
3.      Bagan struktur organisasi yang tidak mencakup semua jabatan yang ada

PENILAIAN EKSTERNAL

  • Identifikasi pesaing

Perusahaan Coca-cola memiliki dua pesaing utama, yaitu PepsiCo dan Cadbury schweppes PLC. PepsiCo merupakan pesaing yang sangat sengit di dalam dua pertumbuhan tercepat dalam kategori industri minuman. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1965. PepsiCo memperoleh 60 persen pendapatannya dari snack division. PepsiCo diperingkat 19 diantara perusahaan yang paling dikagumi di Amerika. PepsiCo terdiri dari sekitar 168.000 karyawan dan pada tahun 2006 memiliki pendapatann lebih dari $35 billion. PepsiCo mendirikan bisnisnya di Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, the Middle East, Africa dan Asia Pasifik. Volume minuman PepsiCo naik sebesar 7 persen di timur tengah, Argentina, China dan Brazil pada tahun 2006. Meksiko dan Rusia adalah dua pasar kontribusi yang kuat untuk PepsiCo. Schweppes Cadbury adalah perusahaan penjualan gula terbesar sedunia. Mempekerjakan sekitar 60.000 asosiasi. Perusahaan ini adalah pemenang Britain’s most admired award company pada tahun 2004.

Pepsi-Cola Company yang berdiri sejak 1898, sudah melakukan ekspansi bisnis ke beberapa produk makanan. Merger dengan Frito-Lay pada 1965 menandai lahirnya nama PepsiCo, sebagai payung perusahaan. Kemudian PepsiCo mengakuisisi Tropicana pada 1998, dan 2001 melakukan merger dengan The Quaker Oats Company, termasuk Gatorade. Hingga sekarang, PepsiCo sudah
mempunyai lima merek besar – yaitu Frito-Lay, Pepsi-Cola, Quaker, Gatorade, dan Tropicana. Merek-merek ini membawahi produk-produk PepsiCo yang variatif, sesuai kebutuhan dan pilihan konsumen, dari produk yang fun hingga produk ala hidup sehat. Mekanisme pemasaran produk PepsiCo dilakukan melalui empat departemennya, yaitu Frito-Lay North America, PepsiCo Beverages North America (PBNA), PepsiCo International, dan Quaker Foods North America.

Sejak didirikan, Coca Cola baru mengeluarkan merek lain pada 1960-an, yakni Sprite, Fanta, dan Fresca. Diet Coke dan Cherry Coke diperkenalkan pada 1980-an sedangkan merek Powerade baru muncul pada 1990-an. Hingga saat ini, Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah ke sektor lain. Lain halnya dengan PepsiCo yang lebih peka dalam dan selangkah lebih maju dalam hal ini. Ketika Coca Cola sibuk membeli dan mengakuisisi perusahaan minuman lain di seluruh dunia, PepsiCo sudah selangkah lebih maju dengan merambah industri makanan, seperti berbagai macam snack berlabel Frito- Lay dan makanan sehat berlabel Quaker.

Total pendapatan PepsiCo, hingga kuartal III-2007 adalah US$ 27,12 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 27,75 miliar. Pemasukan tahunan juga meningkat pesat, di mana total pendapatan 2006 adalah US$ 35,13 miliar, naik US$ 2,57 miliar dari total pendapatan 2005.

Bandingkan saja dengan pemasukan Coca Cola, yang hingga kuartal III- 2007 hanya sebesar US$ 21,52 miliar, dan periode yang sama 2006 sebesar US$ 18,15 miliar. Sedangkan total pemasukan selama 2006 adalah US$ 24,08 miliar. Hanya naik US$ 1 miliar dibanding pemasukan 2005.

Meskipun pemasukan Coca Cola tidak terlalu besar, data dari lembaga riset pasar Millward Brown Optimor menunjukkan bahwa merek Coca Cola masih cukup kuat, dengan urutan ke-4 yang ditempatinya dari 10 besar World’s Most Powerful Brand. Nilai merek Coca Cola pun mencapai US$ 44,1 miliar pada 2007.

Demikian juga menurut survei yang diadakan majalah BusinessWeek. Dari 100 merek teratas, Coca Cola sudah menempati urutan pertama selama tujuh tahun berturut-turut. Nilai merek Coca Cola tahun ini sebesar US$ 65,32 miliar atau turun 3% dari 2006 sebesar US$ 67 miliar. Sedangkan peringkat PepsiCo turun menjadi 26 setelah tahun lalu bertengger di posisi 22. Adapun nilai merek PepsiCo tahun ini adalah US$ 12,88 miliar, naik 2% dibanding tahun lalu sebesar US$ 12,69 miliar.



  • Peluang Perusahaan

  1. Meningkatnya gaya hidup beberapa konsumen akan softdrink
  2. Pendistribusian produk yang mudah ke berbagai daerah karena luasnya jaringan
  3. Kerjasama dengan berbagai pihak
  4. Pengembangan produk baru jenis makanan
  5. Pertumbuhan iklan di internet karena penggunaan internet telah meningkat

  • Ancaman Perusahaan
  1. Banyak konsumen yang mulai meninggalkan minuman berkarbonasi
  2. Di beberapa negara seperti India melarang penjualan coca-cola
  3. Invasi AS ke Irak yang mempengaruhi penjualan coca-cola
  4. Tingginya harga bahan mentah
  5. Kesulitan mengatur seluruh anak perusahaan sedunia

PERUMUSAN STRATEGI
Matriks SWOT


Kekuatan
(Strengths-S)
1.      Menguasai pangsa pasar dunia
2.      Beroperasi hingga lebih dari 200 negara
3.      Memproduksi 400 merk yang terdiri lebih dari 2600 produk minuman
4.      Bermarkas di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat
5.      Perusahaan minuman terbesar sedunia
6.      Sebagai inovator dalam industri soft drink
7.      Melakukan bottling investment dengan beberapa investee
8.      Mempunyai struktur organisasi yang sangat baik
9.      Memiliki kepopuleran merk yang tinggi dan dikenal oleh masyarakat sedunia
10.  Memiliki divisi di beberapa negara
11.  Memiliki seni dalam kegiatan marketing
12.  Nomor 1 dalam penjualan minuman jus dan Nomor 1 dalam penjualan minuman teh dan kopi
13.  Coca-cola memenangkan pengahargaan untuk kategori kemasan kaleng dari jenis produk yang paling inovatif
14.  Perbedaan geografi perusahaan memberikan keseimbangan
15.  Memiliki social responsibilities yang sangat baik
16.  Net operating revenue tumbuh 4% menjadi $24.1 billion, dan operating income tumbuh 4% menjadi $6.3 billion
Kelemahan
(Weaknesses-W)
1.      Inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan memenuhi keinginan pasar
2.      Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah ke sektor lain
3.      Bagan struktur organisasi yang tidak mencakup semua jabatan yang ada
Peluang
(Opportunities-O)
1.      Meningkatnya gaya hidup beberapa konsumen akan softdrink
2.      Pendistribusian produk yang mudah ke berbagai daerah karena luasnya jaringan
3.      Kerjasama dengan berbagai pihak
4.      Pengembangan produk baru jenis makanan
5.      Pertumbuhan iklan di internet karena penggunaan internet telah meningkat
Strategi SO
1.      Meningkatkan jumlah produk dan didistribusikan ke banyak daerah
2.      Memperbanyak iklan dari situs web
3.      Memproduksi jenis produk makanan
Strategi WO
1.      Mulai melayani daerah-daerah yang kiranya kurang mendapat pendistribusian dari produk
2.      Memakai iklan di situs web untuk memperkenalkan jenis produk baru
3.      meningkatkan kerja sama dengan marketplace untuk meningkatkan pendistribusiaan produknya
Ancaman
(Threats-T)
1.      Banyak konsumen yang mulai meninggalkan minuman berkarbonasi
2.      Di beberapa negara seperti India melarang penjualan coca-cola
3.      Invasi AS ke Irak yang mempengaruhi penjualan coca-cola
4.      Tingginya harga bahan mentah
5.      Kesulitan mengatur seluruh anak perusahaan sedunia
Strategi ST
1.      Meningkatkan distribusi produk ke banyak daerah
2.      Meningkatkan jumlah penjualan di daerah yang tidak ditentang
3.      Mencari pemasok yang menawarkan harga terendah untuk bahan mentah
4.      Memperbaiki sistem kinerja manajemen dan karyawan di perusahaan
5.      Memperbanyak iklan di situs web
6.      Memperluas segmen pasar pada konsumen yang tidak anti-Amerika
Strategi WT
1.      Tidak mejual pada negara yang memberlakukan peraturan melarang penjualan coca-cola
2.      Memperbanyak minuman yang tidak berkabonasi



Strategi Perusahaan

Sebagai merek yang umurnya sudah lebih dari satu abad, Coca Cola membutuhkan penyegaran baru. Strategi pemasaran Coca Cola dinilai kuno, dengan inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan memenuhi keinginan pasar. Coca-Cola saat ini membutuhkan penyegaran baru sehubungan dengan beberapa masalah yang dihadapinya. Salah satunya adalah kelambatan Coca Cola menyesuaikan keinginan pasar yang mulai meggemari minuman yang lebih sehat. Permasalahan yang dihadapi Coca Cola saat ini adalah bertahan di tengah peralihan masyarakat dunia yang mulai meninggalkan minuman berkarbonasi dan beralih ke jenis-jenis lain yang sedang ngetrend, seperti teh, jus, minuman olahraga, dan air mineral.

Sejak didirikan, Coca Cola baru mengeluarkan merek lain pada 1960-an, yakni Sprite, Fanta, dan Fresca. Diet Coke dan Cherry Coke diperkenalkan pada 1980-an sedangkan merek Powerade baru muncul pada 1990-an. Hingga saat ini, Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah ke sektor lain. Lain halnya dengan PepsiCo yang lebih peka dalam dan selangkah lebih maju dalam hal ini. Ketika Coca Cola sibuk membeli dan mengakuisisi perusahaan minuman lain di seluruh dunia, PepsiCo sudah selangkah lebih maju dengan merambah industri makanan, seperti berbagai macam snack berlabel Frito- Lay dan makanan sehat berlabel Quaker.

Untuk menembus pasar lokal, Coca Cola sudah melakukan penetrasi ekspansi ke produk-produk lokal menggunakan strategi pemasaran yang diluncurkan Coca Cola pada 2000, “Think Local, Act Local”. Misalnya mengakuisisi merek air mineral lokal, Ades melalui PT Coca Cola Bottling
Indonesia. Berkat strategi tersebut, Coca Cola kini memiliki lebih dari 100 merek minuman di seluruh dunia.

Coca Cola juga pernah memenangkan penghargaan untuk kategori kemasan kaleng dari jenis produk yang paling inovatif dan atraktif, yang diselenggarakan oleh Sayers Publishing Group (Inggris) dan CANNEX (Belanda).

Saat itu, Coca Cola memperoleh gelar Can of the Year 2006 dari salah satu produknya yang bernama Coca Cola Blak, minuman kopi produksi Coca Cola Prancis.

Banyak yang harus dibenahi dalam strategi perencanaan dan pemasaran Coca Cola agar bisa bersaing dengan perusahaan sejenis. Kekuatan merek sebaiknya ditunjang dengan promosi yang kontinuitas, ekspansi pasar, dan inovasi produk yang terukur.

Dari wacana diatas, dapat kami simpulkan bahwa strategi yang telah digunakan dan sebaiknya untuk terus dipertahankan oleh Perusahaan Coca-cola yaitu:
  • Integrasi ke depan dimana perusahaan melakukan akuisisi kepemilikan atas distributor atau pengecer.
  • Integrasi ke belakang dimana perusahaan mencari kepemilikan atas pemasok perusahaan
  • Integrasi Horizontal dimana perusahaan menguasai perusahaan lain yang sejenis, seperti halnya mengakuisisi merek air minum lokal, Ades melalui PT Coca Cola Bottling Indonesia.
  • Penetrasi Pasar dimana perusahaan meningkatkan pangsa pasar untuk produk saat ini di pasar melalui upaya pemasaran yang lebih besar.

Dari wacana diatas, dapat kami simpulkan bahwa strategi yang belum digunakan dan direkomendasikan untuk dilaksanakan oleh Perusahaan Coca-cola yaitu:
  • Pengembangan Pasar dimana perusahaan memperkenalkan produk saat ini ke area geografis yang baru.
  • Pengembangan Produk dimana perusahaan menciptakan produk baru jenis makanan.
  • Diversifikasi Konsentrik dimana perusahaan menambah produk baru yang masih berkaitan dengan produk lama.
  • Strategi Kepemimpinan Harga dimana perusahaan berusaha menjadiperusahaan yang berbiaya rendah karena semakin tingginya tingkat persaingan.

IMPLEMENTASI STRATEGI
  1. Analisis EBIT
Earnings Before Interest-Tax (EBIT) merupakan nilai yang didapatkan dari penjumlahan penjualan bersih dengan biaya operasi (EBITDA) yang kemudian dikurangi dengan nilai depresiasi dan amortisasi. Coca-cola Company memiliki EBIT senilai $6.798.000.000 pada tahun 2006 yang berarti telah menurun dari EBIT di tahun 2005 senilai $6.930.000.000, namun mengalami peningkatan jika dilihat dari tahun 2004 yang memiliki nilai EBIT $6.418.000.000.
EVALUASI STRATEGI
Balance Scorecard

Jika saya menggunakan menggunakan pendekatan balance scorecard sebagai alat pengukur kinerja maka ukuran kinerja Coke dapat dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu dari sisi keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran serta pertumbuhan. Ukuran kinerja keuangan pada umumnya akan dipertanggungjawabkan kepada manajemen puncak. Untuk Coca cola Company, kita bisa menentukan belance scorecard untuk masing-masing perspektif seperti berikut ini:

Prespektif Keuangan
Ukuran Kinerja
Perubahan yang Diinginkan
Net Income (menjadi $6.350.000.000)
+
EBIT
+
EPS
+

Prespektif Pelanggan
Ukuran Kinerja
Perubahan yang Diinginkan
Kepuasan pelanggan menurut survei
+
Jumlah keluhan dari pelanggan
-
Pangsa pasar
+
Persentase pelanggan yang dipertahankan dari periode lalu
+
Jumlah pelanggan baru
+
Prespektif Proses Bisnis Internal
Ukuran Kinerja
Perubahan yang Diinginkan
Presentase penjualan produk baru
+
Waktu untuk memperkenalkan produk baru ke pasar
-
Presentase keluhan pelanggan yang langsung di tanggapi
+
Waktu untuk menyelesaikan klaim dari pelanggan
-
prespektif pembelajaran dan pertumbuhan
Ukuran Kinerja
Perubahan yang Diinginkan
Saran dari para pelanggan
-
Masukan dari tiap rekan-rekan franchise
-
Usulan dari karyawan dan pihak manajemen menengah
-

Senin, 18 Maret 2013

tugas pak arasy


Konsep Dasar Manajemen Strategi


Pengertian Manajemen Strategis

Manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. Besarnya peranan manajemen strategis semakin banyak diakui pada masa-masa ini dibanding masa-masa sebelumnya. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara, perusahaan-perusahaan terus ditantang untuk semakin kompetitif. Banyak dari perusahaan yang telah meningkatkan tingkat kompetisinya ini menawarkan produk kepada konsumen dengan nilai yang lebih tinggi, dan hal ini sering menghasilkan laba diatas rata-rata (Michael A. Hitt &  R. Duane Ireland & Robert E. Hoslisson (1997,XV)  

Fungsi Manajemen Strategi

Sistem manajemen strategis adalah proses merumuskan dan mengimplementasikan strategi untuk mewujudkan visi secara terus menerus secara terstruktur. Strategi adalah pola tindakan terpilih untuk mencapai tujuan tertentu. Pada mulanya, sistem manajemen strategis bercirikan: mengandalkan anggaran tahunan, berjangka panjang dan berfokus pada kinerja keuangan. Penerapan sistem manajemen strategis yang demikian di banyak perusahaan swasta mengalami kegagalan. Manajemen biasanya didefinisikan sebagai fungsi manajer, yaitu perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Jadi dapat dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses. Proses merupakan suatu cara sistematik yang sudah ditetapkan untuk melakukan kegiatan. Dengan merujuk pada definisi diatas, maka majemen berarti suatu proses yang menekankan keterlibatan dan aktivitas yang saling terkait untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Manfaat manajemen strategis 

Menurut David (2002:15)

1. Membantu oganisasi membuat strategi yang lebih baik dengan menggunakan pendekatan yang lebih sistematis, logis, rasional pada pilihan strategis.
2.Merupakan sebuah proses bukan keputusan atau dokumen. Tujuan utama dari proses adalah mencapai pengertian dan komitmen dari semua manajer dan karyawan.
3. Proses menyediakan pemberdayaan individual. Pemberdayaan adalah tindakan memperkuat pengertian ka
ryawan mengenai efektivitas dengan mendorong dan menghargai mereka untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan atihan inisiatif serta imajinasi.
- Mendatangkan laba
- Meningkatkan kesadaran ancaman eksternal
- Pemahaman yang lebih baik mengenai strategi pesaing
- Meningkatnya produktivitas karyawan
- Berkurangnya penolakan terhadap perubahan
- Pemahaman yang lebih jelas mengenai hubungan prestasi penghargaan.


Greenley menyatakan manajemen strategis memberikan manfaat berikut :

1. Memungkinkan untuk identifikasi, penentuan prioritas, dan eksploitasi peluang.
2. Memberikan pandangan objektif atas masalah manajemen.
3. Merepresentasikan kerangka kerja untuk aktivitas kontrol dan koordinasi yang lebih baik.
4. Meminimalkan efek dari kondisi dan perubahan yang jelek.
5. Memungkinkan agar keputusan besar dapat mendukung dengan lebih baik tujuan yang telah
ditetapkan.
6. Memungkinkan alokasi waktu dan sumber daya yang lebih efektif untuk peluang yang telah terindentifikasi.
7. Memungkinkan alokasi sumber daya dan waktu yang lebih sedikit untuk mengoreksi keputusan yang salah atau tidak terencana.
8. Menciptakan kerangka kerja untuk komunikasi internal diantara staf.
9. Membantu mengintegrasikan perilaku individu kedalam usaha bersama.
10. Memberikan dasar untuk mengklarifikasi tanggungjawab individu.
11. Mendorong pemikiran ke masa depan.
12. Menyediakan pendekatan kooperatif, terintegrasi, dan antusias untuk menghadapi masalah
dan peluang.
13. Mendorong terciptanya sikap positif akan perubahan.
14. Memberikan tingkat kedisiplinan dan formalitas kepada manajemen suatu bisnis.

Minggu, 17 Maret 2013

tugas pak arasy


        nama : Dicky Iswara W
n  nim  : 01210075
      Pengertian manajemen strategik

Manajemen strategik merupakan rangkaian dua kata yang terdiri dari kata “manajemen” dan “strategik” yang masing-masing memiliki pengertian tersendiri yang kemudian dirangkaikan menjadi satu terminologi dan memiliki pengertian tersendiri. 

Manajemen strategik adalah proses formulasi dan implementasi rencana dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan hal-hal vital, dapat menembus (pervasif), dan berkesinambungan bagi suatu lembaga pendidikan secara keseluruhan.Selain itu manajemen strategik didefinisikan sebagai proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara pelaksanaannya yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuannya.

Manajemen strategik adalah suatu seni dan ilmu dari pembuatan (formulating), penerapan (implementing), dan evaluasi (evaluating) tentang keputusan-keputusan strategis antar fungsi-fungsi yang memungkinkan sebuah lembaga mencapai tujuan-tujuan masa mendatang. Manajemen strategik adalah ilmu dan kiat tentang perumusan (formulating), pelaksanaan (implementing), dan evaluasi (evaluating) keputusan-kuputusan strategik antar fungsi-fungsi manajemen yang memungkinkan lembaga pendidikan mencapai tujuan-tujuan masa depan secara efisien dan efektif.

http://lib.uin-malang.ac.id/thesis/chapter_ii/06920015-siti-mardiyatul-khoiriyah.ps






Sabtu, 01 Desember 2012

tugas etika bisnis tentang reklame yang ada di surabaya



ETIKA BISNIS TENTANG REKLAME


Disusun Oleh :

Dicky Iswara Wardhana

01210075

Fakultas Ekonomi

Manajemen

UNIVERSITAS NAROTAMA

2012/2013





Reklame Megatron

Apakah benar papan reklame (billboard/megatron) di jalanan sebagai salah satu penyumbang masalah visual kota, khususnya di Surabaya? Mengapa demikian? Ini merupakan pendapat saya mengenai papan reklame jalanan dan reklame-reklame mini yang ditempel sembarangan di sudut-sudut kota Surabaya.

Papan reklame atau disebut juga billboard, yang terpampang di jalanan, secara umum menampilkan suatu produk terbaru hasil produksi perusahaan retail – manufaktur (dan sebagainya) raksasa di Indonesia. Baik itu papan reklame yang berukuran besar maupun yang berukuran kecil sekalipun. Sama halnya dengan megatron, menyampaikan pesan suatu produk, hanya saja megatron ini merupakan papan reklame elektronik yang berukuran relatif besar. Para pengusaha raksasapun sibuk berlomba-lomba memasarkan produk terbarunya melalui papan-papan reklame di jalanan tanpa mengindahkan lagi nilai-nilai estetika kota dan tata ruang kota.

Pada sisi lain, pemerintah kota memang diuntungkan. Suatu pemasukan yang besar bagi pemkot setempat. Namun, di sisi lain, tercipta suatu budaya negative bagi publik. Budaya konsumerisme Publik terhipnotis untuk mengkonsumsi produk yang ditawarkan di papan iklan jalanan tersebut, padahal produk tersebut belum tentu dibutuhkan. Selain itu, bagi pihak perusahaan raksasa akan berlomba pula mengepakkan sayapnya untuk membangun unit bisnis di tempat yang lain, sekalipun harus membayar dengan harga mahal Media luar ruang (outdoor advertising) bermacam banyak jumlahnya, ada istilah billboard advertising, baliho, megatron, videotron, neon box, pylon sign, spanduk, banner, dll. Namun pasti ada yang masih bingung mengenai istilah billboard, baliho, megatron, dan videotron. Walaupun hanya istilah, namun dari segi bentuk dan konstruksi sebenarnya ada beberapa perbedaan diataranya:

Billboard advertising.

Billboard adalah bentuk promosi iklan luar ruang (outdoor advertising) dengan ukuran besar. Bisa disebut juga billboard adalah bentuk poster dengan ukuran yang lebih besar yang diletakkan tinggi di tempat tertentu yang ramai dilalui orang. Billboard termasuk model iklan luar ruang yang paling banyak digunakan. Perkembangannya pun cukup pesat. Sekarang di jaman digital, billboard pun menggunakan teknologi baru sehingga muncullah digital billboard. Ada juga mobile billboard yaitu billboard yang berjalan ke sana ke mari karena di-pasang di mobil (iklan berjalan). Mobile billboard sendiri sekarang sudah ada yang digital mobile billboard.

Baliho.

Selain billboard, di Indonesia juga dikenal baliho. Perbedaannya terletak pada permanen atau tidaknya tempat billboard itu berdiri. Jika tempatnya (konstruksinya) sementara atau semi permanen maka billboard tersebut disebut baliho. Baliho bahannya bisa berupa kayu, logam, kain, fiberglas dan sebagainya. Isinya merupakan informasi jangka pendek mengenai acara (event) tertentu atau kegiatan yang bersifat insidentil.

Megatron.

Jika billboard tersebut sudah menggunakan tampilan elektronik dengan gambar yang bergerak maka namanya menjadi Megatron. Tapi jika gambar tersebut sumbernya video namanya videotron.

Menurut saya penempatan megatron ini tidak tepat karena ditempatkan tepat bediri diatas JPO (Jembatan Penyebrangan Orang) yang berada tepat dijalan Basuki Rahmat, selain itu megatron ini menurut saya jika terjadi suatu kebakaran. Hal ini dapat membahayakan orang yang sedang melintas dibawahnya dan mebahayakan seseorang yang melintas di JPO. Seperti halnya yang pernah menimpa pada salah satu megatron yang ada di Surabaya yaitu di jalan Basuki Rahmat.

Beroperasinya Megatron di Jalan Basuki Rahmat itu tak pernah lepas dari masalah. Anggota dewan menentang media iklan elektronik tersebut. Penolakan juga sempat disampaikan oleh kepolisian dengan alasan bisa memicu kepadatan dan kecelakaan.

Namun, setelah melalui sekian rintangan, Megatron itu akhirnya beroperasi. PT Warna-Warni mampu mendapatkan perizinan. Termasuk izin dari Ditlantas Polda Jatim dalam surat bernomor 191/WWM-Dir/EXT/VII/2007. Surat itu ditandatangani mantan Wakil Direktur Lalu Lintas AKBP Aton Suhartono. Selain aman dari sisi konstruksi, Junaedi menjamin bahwa Megatron tidak akan mengganggu ketertiban. Untuk urusan itu, PT Warna-Warni mengacu pada izin lama, yakni surat yang diterbitkan Polda Jatim dua tahun lalu. ”Megatron itu sempat beroperasi. Hasilnya, tidak ada kecelakaan seperti yang ditakutkan. Di sekitar JPO zero accident. Selain itu, Megatron tidak akan membuat mata silau,” paparnya.

Belum lama beroperasi, Megatron tersebut kembali mendapat masalah yang lebih besar. Reklame dengan yang menampilkan produk rokok tersebut terbakar hebat pada Desember 2008. Setelah terbakar, pemkot memutuskan menutup sementara Megatron sampai ada kajian dari tim ITS. Rencana pengoperasian kembali Megatron mendapat protes keras dari DPRD Surabaya. Mereka khawatir permasalahan bakal bermunculan. ”Jelas mengganggu pengguna jalan, kok mau dioperasikan kembali,” ucap anggota Komisi C Zaenab Maltufah. Zaenab mengkhawatirkan pandangan pengguna jalan terganggu akibat gambar di Megatron. Konsentrasi pengemudi kendaraan bakal terpecah. Lantas, kecelakaan pun bisa sewaktu-waktu terjadi. Menurut dia, memang sudah ada kajian bahwa dari sisi konstruksi relatif aman. ”Namun, siapa yang berani menjamin? Makanya, saya tidak setuju dengan beroperasinya Megatron itu,” tukas Zaenab.

Anggota Komisi B Yulyani berpendapat sama. ”Sejak awal kami sudah tidak setuju. Itu jelas mengganggu. Terutama pengguna jalan. Apalagi, JPO di Basuki Rahmat itu jarang digunakan orang untuk menyeberang,” ujarnya.

Saya simpulkan bahwa ada beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dengan adanya papan reklame megatron dijalanan:
  1. menciptakan budaya konsumerisme di publik.
  2. menciptakan ketidakamanan berlalu lintas di jalanan karena mata pengendara terpancing untuk membaca isi papan iklan yang menarik perhatiannya, atau terlena menonton iklan yang ditayangkan di megatron.
  3. mempengaruhi perusahaan untuk ekspansi mencari lahan baru untuk memperbanyak unit bisnisnya dengan mengorbankan keseimbangan alam sekitar.
  4.  menciptakan image suatu kota yang komersil.
  5. mempengaruhi tingkat keindahan kota.


pesan-pesan iklan yang dipajangkan menyampaikan mengenai hal-hal positif yang membangun (peduli dengan sesama, peduli dengan lingkungan sekitar, pemerintahan yang good governance, mengingatkan publik untuk membayarkan pajaknya, dan sebagainya) dalam bentuk gambar misalnya. Gambar reklame yang positif yang disampaikan dipadukan dengan nama brand sponsor iklan tersebut. Banyak papan reklame yang berisi gambar yang menyampaikan pesan positif yang membangun kepada publik justru berukuran kecil dan letaknya pun tidak strategis, malah nyempil diantara papan iklan raksasa. Jadi jelas saja pesan yang disampaikan di papan iklan itu tidak terealisasi kepada masyarakat.


tugas etika bisnis tentang produk iklan di TV


ETIKA BISNIS TENTANG IKLAN TV


Disusun Oleh :

Dicky Iswara Wardhana

01210075

Fakultas Ekonomi

Manajemen

UNIVERSITAS NAROTAMA

2012/2013



Contoh = iklan Kartu AS dan XL


sumber : iklan kartu XL

Disini iklan kartu Xl mempromosikan produk zargon gratis " nelpon berkali-kali dari detik pertama" menceritakan iklannya dengan menunjukkan aktivitas yang ingin dilakukan seseorang dengan tulisan di kaosnya. ada yang kangen nyokap, kangen temen dan kangen doi. Baim membawa balon yang bertuliskan Rp 0 di setiap aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang tadi.



sumber : iklan kartu AS


Disini iklan kartu AS mengenai grup klanting dan sule yang ingin tampil menyanyikan jingle kartu AS, sebelum melakukan take vocal ada seorang cowok yang mengecek sound dengan berkata “ cek..cek..123..tapi sule ngomong “ cek 123 mulu, langsung aja “. Di iklan ini sule mempromosikan fiture dari kartu as seperti nelpon paling murah dari detik pertama, plus gratis 5000 sms ke semua operator. “Beli kartu As sekarang juga”, ujar sule. Diakhir iklan kartu AS ini tiba-tiba ada seorang anak kecil yang muncul dan berkata, "kartu As paling murah ya om sule" dan sule menjawab "ho-oh".

Di iklan kartu AS jelas menyindir kartu Xl. Jelas sekali terlihat dari awal iklan yaitu seorang yang mengecek sound dengan ucapan cek 123 dan dilanjutkan dengan ucapan sule yang berkata "cek123 mulu, langsung aja" ini jelas menyindir kartu Xl . Sebab cek 123 merupakan layanan dari kartu Xl untuk mengetahui info kartunya dan countent-countent yang terdapat pada kartu Xl seperti, nelpon gratis, sms gratis dll dengan registrasi terlebih dahulu. Di akhir iklan, ada seorang anak kecil yang mirip dengan baim dengan mengatakan kartu As paling murah ya om sule. Baim merupakan bintang iklan dari kartu Xl. Dengan mengatakan hal seperti itu berarti kartu As ingin menunjukkan bahwa layanannya paling murah dibanding kartu lain.

Jika dilihat, iklan kartu As belakangan ini selalu menjatuhkan provider lain. Sebaiknya untuk persaingan bisnis yang baik hal ini tidak perlu dilakukan. Cara seperti ini merupakan persaingan yang tidak sehat. Iklan As yang baru bahkan menyindir provider lain yaitu kartu axis. Kartu axis mempunyai tarif telpon gratis yang hanya berlaku pada pukul 00.00 sampai pukul 17.00. sedangkan pada jam malam pukul 17.00 sampai dengan pukul 00.00 tarifnya sedikit lebih mahal. Pada awal iklan terdengar sirene  yang  berbunyi  menandakan  jam  malam,  dan  pada  iklan  tersebut  terlihat  pukul  18.00.

Dari iklan di atas dapat disimpulkan bahwa keduanya melakukan persaingan tidak sehat. Sesuai dengan UU No. 5 tahun 1999 pasal 17 ayat 1 yang berbunyi :
Pelaku usaha dilarang melakukan penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau jasa yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat .